Kambing Kaligesing memang memiliki bentuk tubuh yang unik dan ukurannya jauh lebih besar dari kambing-kambing biasa yang ada di pasaran. Kepalanya yang hitam dan badannya yang putih memberikan nuansa yang kontras tapi berani dan gagah. Memang kambing ini cukup manja karena, makanan yang disediakan harus selalu berganti-ganti agar tidak bosan. Kambing kaligesing yang sudah dewasa juga mampu mengunyah batang jagung (tebon) yang keras, itu artinya kalau kita kesulitan cari pakan bisa beli dipasaran yang biasanya diperuntukan untuk ternak sapi, biasanya satu ikat seharga lima ribuan.
Kalau dipajang di halaman rumah, apalagi baru saja dimandikan wah... wah kayaknya mantap, yang memandang akan merasa semangat dan gagah melihatnya....
Senin, 12 Juli 2010
Selasa, 11 Mei 2010
Politik Indonesia Kini
Politik di Indonesia kini sedang mengarah pada model oligarkhi baru, dimana ada beberapa kelompok besar yang berusaha untuk membentuk kekuasaan demi kepentingan kelompok-kelompok tersebut saja. Mereka berpandangan bahwa kekuasaan kini dan yang akan datang hanya mereka sajalah yang dapat menikmatinya dan hanya mereka-mereka sajalah yang akan mempertahankan dan secara bergantian diantara mereka yang akan menikmati lezatnya kue kekuasaan.
Politik dagang sapi sangat nampak dan begitu kasatnya sehingga rakyatpun tertawa sekaligus sedih melihatnya. Sehingga boleh dibilang mereka tidak bisa berpolitik (seandainya politik diartikan sebagai sebuah cara-cara halus untuk mendapatkan sesuatu). Tetapi memang inilah yang sedang terjadi di Indonesia, sebuah fase yang memang sedang dilalui oleh sebuah bangsa besar. Fase dimana para penguasa merasa tidak ada lagi yang patut dibanggakan kecuali mereka mampu melakukan apapun yang mereka mau dengan melupakan apa yang rakyat Indonesia mau. Mereka lupa bahwa media di Indonesia punya peran yang sangat besar sehingga setiap gelagat para politikus, rakyat tahu.
Saat ini dengan adanya blok oposisi yang mampu mempertahankan kebenaran dan tidak lupa pada apa yang mereka katakan pada rakyat patut diapresiasi. Sementara koalisi yang ada dalam pemerintahan patut terus dikoreksi karena di dalam koalisi banyak yang tidak konsisten mengenai pandangan dan sikap mereka terhadap berbagai isu politik di negeri ini. Dalam tulisan ini saya menilai secara jernih, tidak ingin membela oposisi maupun koalisi tetapi silahkan para politikus berperan di Senayan, tetapi jujur jaga ucapan dengan perbuatan, rakyat tahu mana yang akan mereka pertahankan untuk mewakili mereka di Senayan.
Politik dagang sapi sangat nampak dan begitu kasatnya sehingga rakyatpun tertawa sekaligus sedih melihatnya. Sehingga boleh dibilang mereka tidak bisa berpolitik (seandainya politik diartikan sebagai sebuah cara-cara halus untuk mendapatkan sesuatu). Tetapi memang inilah yang sedang terjadi di Indonesia, sebuah fase yang memang sedang dilalui oleh sebuah bangsa besar. Fase dimana para penguasa merasa tidak ada lagi yang patut dibanggakan kecuali mereka mampu melakukan apapun yang mereka mau dengan melupakan apa yang rakyat Indonesia mau. Mereka lupa bahwa media di Indonesia punya peran yang sangat besar sehingga setiap gelagat para politikus, rakyat tahu.
Saat ini dengan adanya blok oposisi yang mampu mempertahankan kebenaran dan tidak lupa pada apa yang mereka katakan pada rakyat patut diapresiasi. Sementara koalisi yang ada dalam pemerintahan patut terus dikoreksi karena di dalam koalisi banyak yang tidak konsisten mengenai pandangan dan sikap mereka terhadap berbagai isu politik di negeri ini. Dalam tulisan ini saya menilai secara jernih, tidak ingin membela oposisi maupun koalisi tetapi silahkan para politikus berperan di Senayan, tetapi jujur jaga ucapan dengan perbuatan, rakyat tahu mana yang akan mereka pertahankan untuk mewakili mereka di Senayan.
Jumat, 07 Mei 2010
Kamis, 29 April 2010
Kaligesing
Naik Bus way ok juga
Naik bus way memang bukan yang pertama kali buat saya, tetapi entah yang ketiga atau keempat kalinya saya baru sadar kalau kita mau keliling Jakarta cukup dengan Rp 3.500.- saja. Dari Ragunan sampai Senin Center yang menempuh sekitar 1 jam jika tidak macet saja cukup dengan merogoh kocek tiga ribu lima ratus rupiah saja. Saat itu saya ada keperluan di tetangga Ragunan alias Deptan, kalau mau ke Ragunan dari pasar senin, maka pemberhentian pertama turun di Matraman, kemudian kedua turun di Halimun dan dilanjutkan ke Dukuh atas, dilanjutkan ke Ragunan atau juga bisa turun di SMK 57. Sementara kalau dari Ragunan mau ke Senin maka turun di Halimun dahulu, Matraman baru Pasar Senin.
Bagi kalian yang mau pulang ke Sumatera dari Bandara Soekarno Hatta naik bus Damri ke Gambir (Rp 20.000,-), terus naik bemo ke Halte bus way di belakang Sekretariat Negara (Rp 10.000,-), setelah itu naik ke bus way Rp 3.500.- turun di Harmoni selanjutnya ke Kalideres sebagai tujuan akhir. Di Kalideres bisa naik Arimbi ke Merak.
Bagi kalian yang mau pulang ke Sumatera dari Bandara Soekarno Hatta naik bus Damri ke Gambir (Rp 20.000,-), terus naik bemo ke Halte bus way di belakang Sekretariat Negara (Rp 10.000,-), setelah itu naik ke bus way Rp 3.500.- turun di Harmoni selanjutnya ke Kalideres sebagai tujuan akhir. Di Kalideres bisa naik Arimbi ke Merak.
Minggu, 28 Februari 2010
Merintis Peternakan Kaligesing di Ledokombo Jember
Saat ini di wilayah Jember mulai marak untuk mengembangkan peternakan kambing jenis Kaligesing. Saya sendiri mulai tertarik dengan jenis Kaligesing setelah saya bertemu dengan salah seorang nasabah saya (yang kebetulan saat itu saya masih di posisi marketing untuk mikro banking). Kambing etawa ras Kaligesing merupakan kambing berkualitas dari persilangan antara kambing lokal dengan kambing Etawa asal India. Kambing jenis ini awalnya banyak ditemui di wilayah Kaligesing Purworejo, namun saat ini sudah banyak menyebar ke berbagai wilayah Jawa Timur dan Sumatera. Ketertarikan saya menemui puncaknya pada saat saya membuka blog Lumbung, yang mengantarkan saya pada seorang pecinta Kaligesing di daerah Kencong Jember.
Tak butuh waktu lama saya langsung meluncur ke Kencong untuk melihat-lihat Kambing Mas GFR, yah akhirnya saya tertarik untuk mengoleksi dua pejantan tangguh yang diberi nama Nakula dan Sadewa.
Bupati Purworejo sendiri meminta agar ras Kaligesing dengan kualitas super untuk dipatenkan dan tidak dijual ke Malaysia. Karena khawatir dengan maraknya aksi klaim yang dilakukan oleh Malaysia secara sepihak yang selama ini menghiasi pemberitaan di tanah air.
Melalui blog ini saya mempersilahkan kepada para pembaca untuk sharing atau berbagi informasi mengenai usaha ternak Kaligesing ini. Saya juga membuka ruang lebar-lebar kepada siapapun yang ingin bekerja sama dan berinvestasi di usaha peternakan ini. Keterbatasan modal dan pemasaran memang masih menjadi kendala utama dalam usaha ternak ini. (kepada pecinta Kaligesing silahkan berbagi di blog ini dan kontak HP 0331-3561380).
Tak butuh waktu lama saya langsung meluncur ke Kencong untuk melihat-lihat Kambing Mas GFR, yah akhirnya saya tertarik untuk mengoleksi dua pejantan tangguh yang diberi nama Nakula dan Sadewa.
Bupati Purworejo sendiri meminta agar ras Kaligesing dengan kualitas super untuk dipatenkan dan tidak dijual ke Malaysia. Karena khawatir dengan maraknya aksi klaim yang dilakukan oleh Malaysia secara sepihak yang selama ini menghiasi pemberitaan di tanah air.
Melalui blog ini saya mempersilahkan kepada para pembaca untuk sharing atau berbagi informasi mengenai usaha ternak Kaligesing ini. Saya juga membuka ruang lebar-lebar kepada siapapun yang ingin bekerja sama dan berinvestasi di usaha peternakan ini. Keterbatasan modal dan pemasaran memang masih menjadi kendala utama dalam usaha ternak ini. (kepada pecinta Kaligesing silahkan berbagi di blog ini dan kontak HP 0331-3561380).
Langganan:
Postingan (Atom)